Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya....
Imam Ghozali : Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?
Murid : orang tua, guru, teman, dan kerabatnya.
Imam Ghozali : semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “Mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.
Imam Ghozali : Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?
Murid : negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang.
Imam Ghozali : semua jawaban benar. Tapi yang paling benar adalah ”masa lalu”. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.
Imam Ghozali : Apa yang paling besar di dunia ini?.
Murid : gunung, bumi, dan matahari.
Imam Ghozali : Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah ”Nafsu” ( Al A’raf 179 ). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
Imam Ghozali : Apa yang paling berat di dunia ini?
Murid : baja, besi, dan gajah.
Imam Ghozali : semua jawaban itu benar, tapi yang paling berat adalah “memegang amanah” ( Al Ahzab 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah ( pemimpin ) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.
Imam Ghozali : Apa yang paling ringan di dunia ini?
Murid : kapas, angin, debu dan daun-daunan.
Imam Ghozali : Semua itu benar kata, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan sholat”. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan solat.
Imam Ghozali : Apakah yang paling tajam di dunia ini?
Murid : pedaaaang.....
Imam Ghozali : Benar, tapi yang paling tajam adalah ”lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.
Jumat, 06 Februari 2009
Nasehat Imam Ghozali
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar