THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES �

Jumat, 06 Februari 2009

Bos

Ketika tubuh pertama kali diciptakan, semua bagian ingin menjadi bos.

Pertama-tama sang otak berkata, ”Saya harus menjadi bos karena saya mengendalikan seluruh fungsi dan respon tubuh.”

Lalu kaki berkata, ”Kita harus menjadi Bos, karena kita menopang otak dan membawa kemana pun ia pergi.”

Tangan menimpali. ”Kita harus menjadi Bos, karena kita melakukan semua pekerjaan dan mencari uang.”

Demikianlah pertengkaran itu terus berlangsung, dari sang hati, lalu paru-paru, lalu mata sampai akhirnya kemudian giliran pantat angkat bicara. Semua menertawakan ide untuk menjadikan pantat sebagai Bos. Sebagai pelampiasan rasa kesal, akhirnya pantat mogok bekerja, ia menutup lobangnya.

Kontan dalam waktu singkat, kedua belah mata terbeliak, tangan, kaki, jantung dan paru-paru mulai panik, sementara si otak merasakan demam. Akhirnya mereka semua sepakat dan memutuskan, sang pantatlah yang paling pantas menjadi Bos, dan segala ketidaknyamananpun lewat. Semua bagian tubuh lain kembali bekerja, sementara si Bos, duduk-duduk, sambil mengeluarkan kotoran.

Kalian tak memerlukan otak sebagai Bos; pantatpun bisa.

Dari buku ”Mengasah hati”
Penulis Zaim Saidi
Jakarta, Pustaka Adina, 2004



0 komentar:


ShoutMix chat widget